Kembali ke Cerita Kabola Budaya 
Menemukan Jiwa Alor Lewat Tarian Lego-lego
Lingkaran, Simbol Keutuhan yang Tak Berujung
Perjalanan memahami Lego-lego dimulai dari bentuknya yang paling mendasar, yaitu lingkaran. Masyarakat Kabola menari dalam formasi melingkar, sebuah pilihan yang jauh dari kebetulan. Lingkaran adalah simbol dari sesuatu yang utuh, yang tidak memiliki ujung maupun pangkal, sebagaimana persatuan yang mereka cita-citakan tidak boleh terputus oleh waktu maupun keadaan. Ketika kaki-kaki penari membentuk lingkaran itu, sesungguhnya mereka sedang menegaskan sebuah janji bahwa kebersamaan ini akan terus berputar, hidup, dan menular dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga akhir zaman.

Sumber: Rengga/detikTravel
Tautan Tangan, Ikatan yang Menopang Kehidupan
Dari lingkaran yang utuh, lahirlah gerakan bergandengan tangan, sebuah simbol keterikatan yang menyatukan unsur-unsur berbeda menjadi satu kekuatan. Dalam gandengan tangan itu, masyarakat Kabola dari berbagai latar belakang, usia, dan kondisi ekonomi menemukan titik temu yang sama, yaitu kesediaan untuk saling menopang. Ayunan tangan yang bergerak maju dalam irama yang selaras bukan hanya keindahan visual, melainkan penegasan bahwa hidup bersama berarti bersedia menjadi sandaran bagi sesama, terutama ketika beban terasa berat untuk dipikul sendirian. Di sinilah semangat gotong royong Alor menemukan wujud paling nyatanya, terpatri dalam setiap jemari yang saling menggenggam.
Kategori:tradisi-budaya