Kembali ke Cerita Kabola Budaya 
Menemukan Jiwa Alor Lewat Tarian Lego-lego
Langkah Maju Mundur, Simbol Keseimbangan Hidup
Puncak dari perjalanan gerak Lego-lego hadir dalam hentakan kaki yang maju dan mundur secara serentak. Gerakan ini menyimpan makna keberanian dan semangat juang yang membara. Hentakan ke depan adalah tekad masyarakat Kabola untuk terus melangkah menuju kemajuan, membangun kampung halaman dengan segala daya upaya secara bersama-sama. Sementara hentakan ke belakang bukanlah tanda kemunduran, melainkan sikap teguh untuk kembali merawat akar solidaritas dan kebudayaan yang telah diwariskan, sebelum kembali melangkah maju dengan pijakan yang lebih kokoh. Dalam ritme maju mundur inilah tersimpan filosofi hidup yang bijaksana, bahwa peradaban selalu membutuhkan keseimbangan antara keberanian melangkah dan kesetiaan menjaga akar.
Nyanyian sebagai Bahasa Persatuan
Tak berhenti pada gerak, kesatuan makna dalam Lego-lego turut hidup dalam nyanyian dan musik pengiring yang menggema, serta atribut yang dikenakan para penari. Setiap alunan suara dan setiap detail pakaian bukanlah pelengkap semata, melainkan bahasa simbolis yang memperkuat pesan persatuan. Ketika suara, gerak, dan rupa menyatu dalam satu penampilan, Lego-lego lahir sebagai doa yang diucapkan bukan dengan kata, tetapi dengan seluruh keberadaan tubuh dan jiwa masyarakat yang menarikannya.
Untuk memahami lebih dalam kekuatan nyanyian ini, kita dapat menoleh pada sehelai kertas yang selama ini dijaga, tempat setiap bait lirik dituliskan dengan penuh kehati-hatian, menjadi warisan tertulis yang menjembatani ingatan lisan dengan jejak tulisan.

Sumber: Dok. KKN-PPM Alor Carita 2026
Kategori:tradisi-budaya