Kembali ke Cerita Kabola Budaya 


Storynomics Alat Tangkap Kabola

Sumber: Dok. Alor Carita 2026
Rompong
Rompong merupakan alat bantu penangkapan ikan tradisional yang berfungsi sebagai rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD), yaitu sarana untuk menarik dan mengumpulkan ikan pada suatu lokasi tertentu. Berbeda dengan alat tangkap lainnya, rompong tidak menangkap ikan secara langsung melainkan menciptakan habitat buatan yang membuat ikan merasa aman untuk berkumpul. Dengan demikian, nelayan dapat menentukan lokasi penangkapan dengan lebih efisien tanpa harus menghabiskan banyak waktu mencari gerombolan ikan di laut lepas.
Secara tradisional, rompong dibuat menggunakan bambu sebagai rangka utama yang dipadukan dengan tong plastik atau drum sebagai pelampung agar tetap mengapung di permukaan laut. Seluruh rangka diikat menggunakan tali yang kuat dan ditambatkan ke dasar laut dengan jangkar atau pemberat sehingga posisinya tetap stabil meskipun diterpa gelombang dan arus.

Sumber: Dok. Alor Carita 2026
Di bagian bawah rangka bambu dipasang rangkaian daun kelapa, daun pinang, atau daun nipah yang menjuntai ke dalam air. Daun-daun tersebut berfungsi sebagai atraktor alami karena menyerupai tempat berlindung bagi ikan kecil. Seiring waktu, berbagai organisme laut mulai menempel pada daun-daun tersebut sehingga menjadi sumber makanan yang menarik lebih banyak ikan untuk datang dan menetap di sekitar rompong.
Saat malam tiba, lampu berwarna kuning yang terpasang pada rompong akan dinyalakan. Cahaya lampu menarik plankton dan biota kecil yang kemudian diikuti oleh ikan-ikan berukuran lebih besar. Fenomena ini membuat area di sekitar rompong menjadi semakin ramai oleh berbagai jenis ikan pelagis, seperti tongkol, cakalang, tuna, layang, selar, dan kembung. Pemanfaatan cahaya sebagai atraktor menjadi salah satu cara tradisional yang masih efektif dalam membantu nelayan meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan.
Pada bagian tepi rompong, nelayan umumnya memasang gill net atau jaring insang sebagai alat tangkap utama. Setelah ikan berkumpul di sekitar rompong, jaring dipasang pada sisi tertentu dari rompong sehingga ikan yang berenang melewati jaring akan terjerat pada bagian insangnya. Kombinasi antara rompong sebagai alat pengumpul ikan dan gill net sebagai alat penangkap membuat proses penangkapan menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi waktu pencarian daerah penangkapan.

Sumber: Dok. Alor Carita 2026
Kategori:tradisi-budaya